Mengawal Program Satria Madura, Gus Ipul-Mbak Puti Siap Berkantor di Madura

pdip-sumenep-gus ipul- mbak puti-satria-maduraPDIP, Surabaya – Program ‘Satu Triliun untuk Pulau Madura’ atau ‘Satria Madura’ akan mendapat pengawalan langsung dari Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno.

Hal tersebut karena Gus Ipul mengatakan, jika nanti dirinya bersama Mbak Puti terpilih dalam Pilgub Jatim 2018, ia dan Mbak Puti akan berkantor secara berkala di Madura.

“Kami sudah merancang, akan langsung berkantor di sana. Misalnya, dalam satu bulan itu berapa hari bekerja di sana. Jika masih kurang, frekuensinya akan ditambah untuk mengawal percepatan pembangunan di Madura dan menyelesaikan banyak persoalan di sana. Sampai selesai,” kata Gus Ipul, Minggu (18/2/2018).

Hal tersebut untuk mempercepat kemajuan di Pulau Madura yang saat ini kemiskinannya menyentuh angka 21,86 persen, di atas rata-rata nasional yang berada di angka 11,18 persen.

“IPM-nya masih rendah, kontribusi terhadap PDRB juga masih kecil dibandingkan lima daerah di Surabaya dan sekitarnya, di sana perlu percepatan, tidak bisa bisnis as usual, pembangunan sudah berjalan di sana tapi nampaknya harus ada keberpihakan dari pemerintah,” lanjut Calon Gubernur nomor urut dua ini.

Satria Madura atau Satu Triliun Bagi Madura adalah program Gus Ipul-Mbak Puti yang secara khusus diluncurkan demi mengatasi persoalan-persoalan di Madura. Dana sebesar Rp 1 triliun tersebut diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan ekonomi keluarga, peningkatan layanan dan kesehatan nasional.

Oleh karena itu Pasangan calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan calon wakil gubernur Puti Guntur Soekarno yakin bahwa Pulau Madura membutuhkan fokus yang ekstra. Setelah berkomitmen untuk mengucurkan dana sebesar Rp 1 triliun buat pulau garam tersebut, Gus Ipul-Mbak Puti bahkan akan berkantor di sana secara berkala.

“Kami sudah merancang, akan langsung berkantor di sana. Misalnya, dalam satu bulan itu berapa hari bekerja di sana. Jika masih kurang, frekuensinya akan ditambah untuk mengawal percepatan pembangunan di Madura dan menyelesaikan banyak persoalan di sana. Sampai selesai!,” katanya. (*/tribunjatim)