Wabup Sumenep , Lestarikan Permainan Tradisional Anak-anak

wabup-pdip-sumenep-permainan anakPDIP,Sumenep – Kata siapa permainan tradisional anak-anak zaman dahulu menjadi permainan yang basi dan tak laku lagi di zaman sekarang? Permainan tradisional itu masih sering dimainkan oleh banyak kalangan. Bahkan, di Sumenep ada sekelompok anak muda yang menggelar kompetisi atau perlombaan permainan tradisional layaknya permainan dan olahraga modern.

Salah satu permainan tradisional itu adalah Sudur dan Terjun, dua permainan yang mungkin dulu menjadi kegemaran kita namun sekarang sudah tak pernah dimainkan oleh anak-anak kita.

Berangkat dari kepedulian dan kekhawatiran akan punahnya permainan tradisional tersebut Komunitas Baca Budaya Madura (KBBM) dan Komunitas Rumah Kita (KRK) menggelar kompetisi permainan tradisional sejak Rabu 26 April 2017 di Cafe Payuddan Jl. Adirasa, Kolor, Sumenep.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi yang juga politisi PDI Perjuangan  membuka acara yang bertajuk ‘Mencetak Generasi Bangsa Peduli Budaya’  . Achmad Fauzi  mengaku sangat senang dan bangga dengan kepedulian anak muda terhadap kekayaan budaya Sumenep. “Saya senang sekali. Saya jadi ingat masa-masa kecil saya dulu yang sering main dengan permainan-permainan ini,” ujarnya.

“Sebutkan macam-macam permainan tradisional? Kalau tahu nanti saya kasih uang,” tanya Wabup yang akrab dipanggil Uji ini  kepada salah seorang anak, Rabu, 26 April 2017.

Banyak anak berebut menjawab pertanyaan Wabup. Akan tetapi,  mayoritas mereka menjawabnya dengan kikuk, bahkan ada yang tidak tahu menjawab, dan mereka hanya tersenyum-senyum.

Melalui lomba itu, Wabup Sumenep berharap kepada semua elemen, baik Dinas Pendidikan Sumenep, budayawan, dan masyarakat pada umumnya, tetap melestarikan permainan tradisional dan budaya daerah di masyarakat Sumenep.(*/koranmadura)